Info Media - Berita

Tugu Mandiri Bersama OJK dan UPI Bandung Gelar Literasi dan Edukasi Keuangan Bagi Guru SMP dan SMA di Kota Bandung

 

Tugu Mandiri dan sejumlah Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) mengadakan literasi dan inklusi keuangan berupa sosialisasi dan edukasi keuangan bagi guru IPS SMP dan guru Ekonomi SMA di kota Bandung. Acara tema Training of Trainer (ToT) ini di fasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jawa Barat (KR 2 Jabar) bekerja sama dengan Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam - Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Kampus UPI Bandung, Jawa Barat (29/3).

 

Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif dan lanjutan dari program peningkatan pengetahuan dan keyakinan masyarakat tentang lembaga jasa keuangan serta ketrampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan melalui penerbitan buku dan kurikulum bagi siswa SMP dan SMA ini sekaligus menjadi ajang penyusunan materi edukasi keuangan “Mengenal OJK dan Industri Jasa Keuangan” bagi jenjang pendidikan SMP dan SMA serta meningkatkan pemahaman guru tentang OJK dan Industri Jasa Keuangan.

 

Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam UPI - Dr. A. Jajang W. Mahri, M.Si menyatakan pelaksanaan sosialisasi merupakan langkah penting OJK dan PUJK terkait untuk memperkenalkan industri jasa keuangannya kepada masyarakat, khususnya kepada guru-guru agar tingkat literasi dan inklusinya semakin tinggi. "Tujuannya agar industri keuangan semakin dikenal dan semakin kuat dalam menopang perekonomian nasional," ujarnya.

 

Chief Marketing Officer Tugu Mandiri - Gus Imron Gunasendjaja dalam paparannya tentang asuransi mengungkapkan perjalanan sejarah asuransi di Indonesia, jenis, serta manfaat asuransi, termasuk kriteria risiko yang dapat diasuransikan.

 

"Kita hidup pasti punya risiko yang tidak pernah kita ketahui terjadinya. Seberapa siap kita menghadapi risiko salah satu antisipasinya adalah menghindari dan mengurangi risiko. Di sinilah pentingnya peran asuransi bagaimana mengantisipasi risiko tersebut, yaitu mengalihkan risiko ke asuransi,” ungkapnya. “Di negara-negara maju, asuransi menjadi kebutuhan pokok yang wajib dimiliki oleh masyarakat”.

 

Salah satu peserta, Bastian menyambut positif program literasi dan edukasi keuangan ini. Sebab tidak semua masyarakat memahami betul tentang asuransi. "Alhamdulillah saya memiliki asuransi karena bagi saya asuransi itu penting untuk hari tua dan masa depan anak anak saya kelak,” ungkapnya”.

 

Bravo Tugu Mandiri - We Care and Commit!