Info Media - Berita

Tugu Mandiri Menandakan Kemandirian Tanpa Batas

Menyimak Kunjungan Dik Doank ke Tugu Mandiri
 
Foto Tugu Mandiri.
 
Tugu Mandiri Menandakan Kemandirian Tanpa Batas
 
Sungguh luar biasa menyaksikan pertemuan dua pihak pada Kamis (18/8) kemarin. Bukan saja karena salah satunya adalah pekerja seni Indonesia yang cerdas, nasionalis, dan sangat peduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial.
 
Lama tak terdengar kiprahnya di panggung hiburan tanah air, Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma alias Dik Doank tiba-tiba muncul di kantor pusat Tugu Mandiri. Bukan dalam rangka promo album loh, perintis dan owner sekolah alam Kandank Jurank Doank (KJD) ini rupanya ingin belajar dunia asuransi lebih jauh dan mengenal Tugu Mandiri lebih dekat.
 
Lantas kenapa Tugu Mandiri yang dipilih? Terlebih oleh seorang Dik, artis, penyanyi, dan presenter kondang ini bahkan rela meluangkan waktu dan merasa perlu hadir secara fisik, berbicara langsung dengan petinggi Tugu Mandiri, Diektur Utama - Donny J. Subakti dan Direktur Pemasaran – Khusnun Arief?
 
“Tugu berarti ayat atau tanda, Mandiri adalah kemandirian. Warna biru sebagai brand color Tugu Mandiri warna samudra, tanpa batas. Jadi Tugu Mandiri menandakan kemandirian tanpa batas. Luar biasa!” tegas alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster.
 
Bersama sejumlah leader tim Agency Network, Dik menyampaikan niatan bekerjasama dengan Tugu Mandiri dalam penyediaan program asuransi jiwa bagi kesejahteraan hari depan para pekerja migrant di luar negeri, khususnya para Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong. Dik ingin kesejahteraan mereka tetap terjamin pasca kontraknya berakhir dan pulang ke tanah air.
 
Niatan yang menurutnya diberkahi Tuhan, sebab dipertemukan dengan Tugu Mandiri yang satu visi dan satu frekuensi. “Keinginan saya adalah sudah tidak punya keinginan. Karena itu jika bukan karena keinginan Allah swt, saya tidak berada di sini,” ujarnya lugas.
 
Diungkapkan bahwa mayoritas pekerja migrant TKW ketika kembali ke tanah air mengalami masalah sosial yang tragis. Perceraian, terlantar, hidup sengsara, kehilangan saudara karena kembali miskin adalah sedikit masalah yang tidak pernah terselesaikan. Padahal, lanjutnya, persoalan utama karena mereka tidak pernah diajarkan tentang perencanaan keuangan agar kelak dapat berusaha dan mandiri.
 
“Selama bekerja yang mereka tahu hanya mengirimkan uang ke daerah asal dan menabung, yang tentu saja tidak memberi hasil investasi cukup sebagai modal. Mereka tidak pernah berpikir untuk berinvestasi dan tidak pernah diajarkan untuk menengok ke sisi ini (produk Asuransi),” jelas pria kelahiran 21 September 1968 ini.
 
Keinginan Dik tentu ditanggapi serius Donny J. Subakti dan Khusnun Arief yang secara detil menjelaskan profil perusahaan, visi misi, penghargaan yang didapat perusahaan, program literasi dan edukasi yang dijalankan, produk yang dipasarkan dan benefit-nya, termasuk kampanye varian produk TMPower Link yang memang menyasar pasar segmented, seperti diinginkan Dik Doank.
 
“Dik membawa niatan yang se-visi dengan Tugu Mandiri. Mengasuransikan Indonesia. Bukan semata-mata bisnis, namun mensejahterakan bangsa hari ini dan hari depan,” jelas Donny J. Subakti.
 
“Dalam suasana perayaan kemerdekaan ke 71 RI, Tugu Mandiri hari ini resmi memulai kampanye pemasaran empat varian produk TMPower Link, yaitu Tugu Proteksi, Tugu Prestasi, Tugu Sejahtera, dan Tugu Warisan di surat kabar. Menyusul dua varian lagi, yakni Tugu Sehati dan Tugu Famili. Varian produk TMPower Link ini dapat menjawab keinginan mulia Dik Doank dan kita bersama,” pungkasnya.