Info Media - Berita

Tugu Mandiri dan PTK Sinergi Langsungkan Webinar Covid-19

 

JAKARTA – Wabah Covid-19 masih mengancam Indonesia, karena masih tingginya angka penularan dan kematian akibat pandemi Covid-19. Sehingga sangatlah penting untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait Covid-19 agar bisa menjaga diri dari ancaman covid-19.

PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (Tugu Mandiri) dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bersinergi melangsungkan Webinar Sharing Session “Mensiasati Dampak Komorbid terhadap COVID-19” yang disampaikan oleh dr. Risky Akaputra, Sp.P, FISR dari Columbia Asia Hospital. Webinar diikuti oleh sekitar 100 peserta webinar dari karyawan PTK dan Tugu Mandiri, Jumat (25/9).

Webinar dibuka secara virtual oleh Direktur Utama Tugu Mandiri, Hanindio Witoko Hadi. Dalam sambutannya Hanindio mengatakan bahwa kegiatan ini mejadi komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat melalui sharing knowledge dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang Kesehatan khususnya terkait Covid-19 yang saat ini tengah menjadi fokus perhatian.

“Terima kasih atas kepercayaan PTK kepada Tugu Mandiri sehinggga bisa terselenggaranya webinar ini. Ini menjadi bagian dari sinergi sebagai Pertamina group. Mudah-mudahan ke depannya sinergi dapat terus terbentuk yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” ungkap Hanindio.

Banyak hal yang disampaikan dalam webinar tersebut karena mengangkat tema terkait komorbid yang masih minim diketahui namun berdampak besar terhadap kesehatan. Komorbid adalah suatu kondisi yang sudah ada pada seseorang sebelum terkena penyakit yang di derita saat ini. Penyakit penyerta menyebabkan pasien COVID-19 ke dalam lingkaran kehidupan yang berat dan sangat terkait dengan morbitas dan mortalitas yang signifikan.

Dalam kesempatan tersebut dr. Risky menjelaskan bahwa Komorbid pada pasien COVID-19 diantaranya yaitu hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, PPOK, penyakit ginjal, gangguan napas lain, hamil, asma, penyakit hati, TBC, kanker dan gangguan imun lainnya. “komorbiditas spesifik dapat meningkatkan risiko terkena infeksi yang lebih besar dan mengakibatkan cedera paru-paru yang lebih buruk serta kematian,” jelasnya.

Diakhir sesi, dr. Risky membagikan tipsnya bagaimana mensiasati komorbid pada masa pandemic maka seseorang dengan penyakit penyerta harus secara cermat menerapkan strategi perlindungan pribadi. Dengan tetap berada di rumah dan melakukan aktivitas dari rumah seperti olahraga, berjemur, bekerja dll.

“Karena imunitas yang terganggu pada pasien komorbiditas, disarankan selama pasien menderita gejala ringan yang dapat dikontrol dari rumah, pasien ini harus tinggal dan berada di rumah,” ungkap dr. Risky. *** AJTM

Bravo Tugu Mandiri - Care, Commit and Agile!